Materi IPS Kelas 8 (Sem 2)



Gejala Atmosfer
dan Hidrosfer

A.      Gejala Atmosfer

1. Sifat-sifat Fisik Atmosfer
Atmosfer terdiri atas sejumlah lapisan yang
berbeda sifat-sifat fisiknya.
Amosfer berasal dari Bahasa Yunani, yaitu atmos
yang berarti uap dan sphaira yang berarti bulatan. Jadi
atmosfer adalah lapisan gas yang menyelimuti bulatan
bumi. Atmosfer merupakan campuran berbagai gas
yang tidak berwarna dan tidak terlihat oleh mata.
Karena merupakan zat, atmosfer juga memiliki berat
sehingga memiliki juga tekanan udara, mengembang
jika terkena panas dan mengerut ketika dingin.
Atmosfer tersusun oleh sejumlah unsur. Unsur
terbesar adalah nitrogen, kemudian oksigen, argon,
dan lain-lain.

Secara vertikal atmosfer terdiri atas sejumlah
lapisan dengan karakteristik yang berbeda, yaitu
lapisan Troposfer, Stratosfer, Mesosfer dan Termosfer.
a. Lapisan Troposfer
Lapisan troposfer merupakan lapisan terbawah
dari atmosfer. Lebar atau ketinggian lapisan ini
mencapai 16 km di daerah tropis dan terus menurun
sampai 10 km di atas kutub. Manusia dan makhluk
hidup lainnya berada pada lapisan ini dan mengalami
berbagai gejala atau peristiwa cuaca seperti hujan,
angin, dan badai terjadi. Peristiwa cuaca tersebut tidak
ditemukan pada lapisan atmosfer lainnya.
b. Lapisan Stratosfer
Di atas lapisan troposfer terletak lapisan stratosfer.
Batas antara keduanya disebut tropopause. Batas
tertinggi lapisan ini mencapai 40 km di atas permukaan
bumi. Pada bagian puncak atau batas tertingginya,
suhu dapat mencapai 270 K (Kelvin) dengan ratarata
suhu mencapai–550 C. Stratosfer dikenal sebagai
lapisan yang mengandung ozon (O3) yang berperan
sangat penting dalam melindungi makhluk hidup
dari radiasi gelombang pendek matahari (ultraviolet)
yang berbahaya.
c. Lapisan Mesosfer
Lapisan berikutnya yang terletak di atas stratopause
sampai ketinggian 80 km adalah lapisan mesosfer.
Pada bagian puncaknya, suhu bisa mencapai –900 C
dan kebanyakan meteor terbakar pada lapisan ini.
d. Lapisan Termosfer
Pada ketinggian 80 sampai 300 km dari permukaan
bumi terdapat lapisan Thermosfer dengan temperatur
mendekati 17000 C. Pada ketinggian di atas 100 km
terjadi ionisasi yang membentuk ion positif dan
elektron bebas yang bermuatan negatif. Lapisan
dengan konsentrasi elektron bebas disebut dengan
ionosfer. Ionosfer dikenal sebagai lapisan yang
mampu memantulkan gelombang radio sehingga
penting bagi komunikasi radio jarak jauh.


Atmosfer mempunyai peranan besar dalam kehidupan yang ada di permukaan bumi. Peranan atmosfer tersebut sebagai berikut.
  1. Melindungi bumi dari jatuhnya meteor atau benda angkasa yang lain.
  2. Menjaga temperatur udara di permukaan bumi agar tetap bermanfaat     untuk kehidupan.
  3. Memantulkan gelombang radio.
  4. Selain itu, gas-gas yang ada di atmosfer mempunyai peran masing-masing, sebagai berikut:
a.    Nitrogen untuk pertumbuhan tanaman.
b.    Oksigen untuk pernafasan.
c.    Karbondioksida untuk fotosintesis.
d.    Neon untuk lampu listrik.
e.    Ozon untuk menyerap sebagian radiasi matahari.

2. Unsur-unsur Cuaca dan Iklim
Cuaca dan iklim terdiri atas unsur suhu, hujan,
kelembapan, tekanan udara dan angin. Penjelasan
tentang masing-masing unsur tersebut adalah:
a. Suhu Udara
Secara sederhana dapat pula dikatakan bahwa
suhu merupakan tingkat panas suatu benda. Tingkat
panas tersebut diukur dengan menggunakan alat
Thermometer. Suhu udara menunjukkan gerakan
molukul udara.
b. Angin
Jika dua daerah menerima penyinaran matahari
yang berbeda maka berbeda pula suhu dan tekanan
udaranya. Daerah yang menerima sinar matahari
lebih banyak akan memiliki tekanan udara yang
lebih kecil. Akibatnya udara bergerak dari daerah
yang memiliki tekanan udara lebih tinggi ke daerah
yang memiliki tekanan udara lebih rendah. Gerakan
udara tersebut dikenal dengan istilah angin.
Jadi, angin adalah gerakan udara mendatar atau sejajar
dengan permukaan bumi yang terjadi karena adanya
perbedaan tekanan udara antara satu tempat dengan
tempat lainnya.
c. Kelembapan Udara
Salah satu kandungan yang ada dalam udara adalah
uap air disamping komponen lainnya, yaitu udara
kering dan aerosol. Air dalam udara berasal dari proses
penguapan pada wilayah perairan (sungai, danau dan
lautan), kandungan air dalam tanah yang menguap
dan dari tumbuhan (transpirasi). Kandungan uap air
dalam udara dikenal dengan sebutan kelembapan.
Kelembapan udara diukur dengan sebuah alat yang
disebut higrometer.
d. Hujan
Hujan adalah bentuk air cair dan padat yang jatuh
ke permukaan bumi. Bentuk hujan tersebut terdiri atas
hujan, salju, dan batu es hujan. Namun di Indonesia
yang biasa ditemukan adalah hujan dalam bentuk air.
Besarnya curah hujan biasanya diukur dalam inci atau
milimeter dengan menggunakan alat Pluviograf.
e. Tekanan Udara
Udara merupakan salah satu zat dengan sifat
yang sama dengan zat lainnya yaitu memiliki massa/
berat dan volume. Karena memiliki berat maka udara
memiliki tekanan yang disebut dengan tekanan udara.
Jika kita hitung suatu kolom udara dari permukaan bumi
sampai batas tertinggi atmosfer yang berukuran 1 meter
persegi, maka beratnya akan mencapai 10.333 kg atau
1033,3 gram tiap 1 cm.

B.         Gejala Hidrosfer
ejala Atmosfer
Hidrosfer berasal dari kata hidro yang berarti air dan shaire
yang berarti lapisan. Dengan demikian, dapat
dikatakan bahwa hidrosfer merupakan tubuh air atau
lapisan air yang menyelimuti bumi, baik yang berbentuk cair,
salju, maupun es. Ilmu yang mengkaji perairan disebut
Hidrologi mempunyai beberapa cabang ilmu, yaitu
sebagai berikut.
1. Potamologi, yaitu ilmu yang mempelajari air yang
mengalir di permukaan tanah.
2. Limnologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang air yang
menggenang di permukaan tanah (danau).
3. Geohidrologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang air
yang terdapat di bawah tanah.
4. Kriologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang salju dan
es.
5. Hidrometeorologi, yaitu ilmu yang mempelajari faktorfaktor
meteorologi yang berpengaruh terhadap kondisi
hidrologi.

1. Siklus Hidrologi
Air merupakan kebutuhan dasar makhluk hidup
yang harus tersedia terus menerus. Setiap hari kita
menggunakannya untuk berbagai keperluan, baik
untuk minum, mandi, mencuci, dan lain-lain. Namun
demikian pernahkah kalian bertanya mengapa air
tersedia terus menerus atau tidak habis, padahal
setiap hari manusia dan makhluk hidup lainnya
memanfaatkannya?
Pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan suatu
jawaban singkat, yaitu karena air tidak hilang tetapi
berubah wujud dalam bentuk sirkulasi.









siklus Air
  1. Siklus air pendek
Radiasi matahari dan angin menyebabkan air laut
mengalami penguapan. Kemudian terjadi kondensasi
dan membentuk titik-titik air yang disebut awan. Awan
yang jenuh turun sebagai air hujan di permukaan air
laut. Siklus air seperti ini disebut siklus air pendek.












KEGIATAN POKOK EKONOMI

A.  Kegiatan Ekonomi
Kegiatan ekonomi adalah segala bentuk
kegiatan yang dilakukan manusia untuk memenuhi
kebutuhannya yang beragam. Kegiatan ekonomi
yang utama, dapat dibedakan menjadi tiga kegiatan
pokok, yaitu kegiatan produksi, konsumsi, dan
distribusi. Kegiatan konsumsi dilakukan oleh konsumen.
Kegiatan produksi dilakukan oleh produsen.

B.  Kegiatan Konsumsi
1.     Pengertian konsumsi
Pengertian konsumsi dalam percakapan sehari-hari
hanya dimaksudkan sebagai hal yang berkaitan dengan
makanan dan minuman. Namun dalam pengertian yang
lebih luas, konsumsi adalah kegiatan manusia memakai,
menggunakan, mengurangi, atau menghabiskan nilai guna
suatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan. Pada saat
barang dan jasa digunakan untuk memenuhi
kebutuhan, nilai gunanya akan semakin berkurang
dan akhirnya akan habis. Berkurang
atau habisnya nilai guna barang dan jasa
tampak dari semakin tidak mampunya barang dan jasa tersebut memenuhi kebutuhannya.



Misalnya,
1.        nilai guna pulpen sebagai alat tulis dikatakan
habis apabila pulpen tersebut tintanya
habis dan tidak dapat digunakan lagi,
2.        nilai guna radio habis apabila radio tersebut
rusak dan tidak dapat digunakan lagi.

Jika semua kebutuhan dapat terpenuhi, akan dicapai suatu
keadaan yang disebut makmur dan sejahtera. Makmur dan
sejahtera inilah yang selalu diidamkan setiap orang.
Sifat mengkonsumsi barang dapat bersifat langsung
atau tidak langsung. Konsumsi secara langsung biasanya
dilakukan terhadap barang yang sekali pakai habis, misalnya
makanan, minuman, dan sejenisnya yang dikonsumsi secara
tidak langsung umumnya dilakukan pada barang modal
atau barang yang dapat dipakai beberapa kali, misalnya
mesin jahit, mobil, perabot rumah tangga, dan sejenisnya.

2.     Faktor- faktor yang mempengaruhi konsumsi
Konsumsi atas barang dan jasa oleh
konsumen yang satu tidak sama dengan konsumen yang lain.
pola konsumsi setiap orang yang berbeda
dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut.


a.       Pendapatan (gaji/upah)
Pendapatan merupakan faktor utama yang mempengaruhi
perbedaan tingkat konsumsi masyarakat.
Besar atau kecilnya pendapatan akan berpengaruh
terhadap perilaku konsumsi masyarakat. Semakin besar
pendapatan seseorang maka semakin besar pula kecenderungannya
melakukan kegiatan konsumsi barang dan
jasa. Sebaliknya, semakin kecil pendapatan seseorang
maka semakin kecil pula kecenderungan tingkat
konsumsinya.



b.      Harga diri terhadap lingkungan
Konsumsi seseorang didorong oleh harga diri di mata
umum. Seseorang kadang merasa malu jika ia tidak
memiliki barang yang dimiliki orang lain sehingga
mendorongnya untuk membeli barang yang sama bahkan
bisa dengan harga yang lebih mahal. Hal ini dilakukan
agar harga dirinya tidak jatuh di mata masyarakat karena
dianggap tidak mampu membeli.


c.       Ketamakan dan kesombongan
Tingkah laku seseorang yang tamak, menyebabkan selalu
ingin membeli barang yang belum dimilikinya. Dia
beranggapan bahwa dengan memiliki barang yang belum
dimiliki orang lain, dirinya merasa lebih dari yang lain.
Karena ada harapan kenaikan pendapatan, seseorang
berusaha mencari pinjaman untuk berbelanja sekarang
sehingga konsumsinya meningkat.


d.      Harapan pendapatan tinggi di masa yang akan datang
Orang yang berpendidikan tinggi konsumsinya lebih
besar daripada orang yang berpendidikan rendah.
Seorang siswa SMP berbeda konsumsinya dengan
seorang mahasiswa. Siswa SMP konsumsinya lebih
rendah dibanding mahasiswa.


e.      Tingkat pendidikan
Orang yang tinggal di daerah pedesaan konsumsinya
lebih murah dibanding dengan orang yang tinggal di
kota. Orang yang tinggal di daerah yang beriklim panas
tentu berbeda konsumsinya dengan orang yang tinggal
di daerah yang beriklim dingin.


f.        Tempat tinggal
Umur membedakan pola konsumsi seseorang. Orang tua
berbeda konsumsi dengan anak. Begitu pula jenis
kelamin, laki-laki berbeda konsumsinya dengan
perempuan.
Setiap orang dalam mengkonsumsi barang atau jasa
tentu ada tujuannya. Tujuan setiap orang mengkonsumsi
barang atau jasa adalah untuk memperoleh kepuasan
maksimum dan memenuhi kebutuhan. Kepuasan yang
dimaksud adalah kepuasan total dari mengkonsumsi berbagai
macam barang dan jasa yang dibutuhkan.

  1. Umur dan jenis kelamin
Umur membedakan pola konsumsi seseorang. Orang tua
berbeda konsumsi dengan anak. Begitu pula jenis
kelamin, laki-laki berbeda konsumsinya dengan
perempuan.

Setiap orang dalam mengkonsumsi barang atau jasa
tentu ada tujuannya. Tujuan setiap orang mengkonsumsi
barang atau jasa adalah untuk memperoleh kepuasan
maksimum dan memenuhi kebutuhan. Kepuasan yang
dimaksud adalah kepuasan total dari mengkonsumsi berbagai
macam barang dan jasa yang dibutuhkan.

3.     Pelaku kegiatan konsumsi

Masyarakat yang melakukan kegiatan konsumsi dapat
dibedakan ke dalam tiga golongan, yaitu rumah tangga
keluarga, rumah tangga perusahaan, dan rumah tangga
pemerintah.

a.       Rumah tangga keluarga
Rumah tangga keluarga biasanya terdiri atas ayah, ibu,
dan anak. Setiap anggota dalam keluarga memiliki
kebutuhan hidup yang sama atau kadang berbeda.
Kebutuhan yang sama merupakan kebutuhan yang samasama
dirasakan kebutuhannya oleh semua anggota
keluarga, seperti kebutuhan akan makanan, minuman,
pakaian, dan kasih sayang. Namun ada kalanya
kebutuhan tersebut berbeda. Ayah yang bekerja di kantor
tentu mempunyai kebutuhan yang berbeda dengan
anaknya yang pelajar SMP. Begitu
juga kebutuhan ibu sebagai ibu rumah
tangga, pasti juga berbeda dengan
ayah dan anaknya.
Berbagai kegiatan konsumsi yang umumnya
terjadi dalam rumah tangga dilakukan
berdasarkan pertimbanganpertimbangan
umum yang perlu diperhatikan sebagai berikut.
1) Menetapkan pemenuhan kebutuhan pokok,
kemudian memenuhi kebutuhan lain yang sifatnya
melengkapi kebutuhan pokok.
2) Menyesuaikan besarnya pengeluaran dengan
besarnya pendapatan.
3) Menghindari hidup boros atau membeli barang di
luar rencana.



Agar kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi sesuai
dengan besarnya pendapatan, maka perlu diperhatikan
beberapa hal berikut.

1.       Menyusun anggaran belanja rumah tangga
Anggaran belanja rumah tangga merupakan rencana
yang disusun untuk menyesuaikan pendapatan
dengan pengeluaran dalam jangka waktu tertentu.
Berikut ini adalah cara menyusun anggaran belanja
rumah tangga.
a) Membuat perhitungan jumlah uang yang akan
diterima dalam waktu tertentu.
b) Membuat daftar kebutuhan dengan menyusun
urutan kebutuhan dalam waktu tertentu.
c) Membuat perkiraan harga untuk tiap jenis kebutuhan,
dengan memperhitungkan kemungkinan
adanya kenaikan harga barang dan jasa.
d) Membandingkan antara perkiraan pendapatan
dengan pengeluaran dalam waktu tertentu.

Setelah hal tersebut di atas dilaksanakan, jika ternyata
pendapatan masih ada sisanya maka sisa tersebut
dapat ditabung. Sebaliknya, jika perkiraan pengeluaran
lebih besar daripada pendapatan maka akan
terdapat kekurangan. Kekurangan tersebut harus
diusahakan untuk dicukupi dengan mengurangi
pengeluaran (menghemat) atas kebutuhan yang
kurang mendesak atau berusaha mencari tambahan
penghasilan yang halal.

  1. Membuat catatan penerimaan dan pengeluaran
Catatan penerimaan dan pengeluaran perlu dibuat
untuk mengetahui semua kejadian pendapatan dan
pengeluaran rumah tangga keluarga. Di samping itu
dapat digunakan untuk mencocokkan pengeluaran
sesungguhnya dengan pengeluaran yang diperkirakan.

  1. Pembagian secara bijaksana atas semua kebutuhan
Anggaran pendapatan dan belanja rumah tangga
keluarga merupakan pedoman untuk berbelanja.
Kebutuhan yang pokok dan mendesak didahulukan,
sedang kebutuhan yang tidak mendesak bisa ditunda.

  1. Berusaha menabung
Untuk menuju kehidupan yang bahagia dan sejahtera
di masa datang, maka kebutuhan yang akan datang
sudah harus dipikirkan terlebih dahulu. Pemenuhan
kebutuhan di masa datang dapat dilakukan dengan
jalan menabung.



  1. Rumah tangga perusahaan
Perusahaan merupakan salah satu penyedia barang dan Info
jasa yang dibutuhkan konsumen. Untuk hal itu maka
perusahaan melakukan kegiatan produksi. Perusahaan
untuk berproduksi harus mengeluarkan sejumlah dana
untuk pengadaan faktor-faktor produksi. Pengeluaran
perusahaan sangat beragam dan sangat ditentukan oleh
bidang produksi yang ditangani, jenis produk yang
dihasilkan, jenis perusahaan, besar kecilnya perusahaan,
serta peraturan perusahaan yang bersangkutan.
Kegiatan konsumsi yang dilakukan perusahaan, misalnya
sebagai berikut.
* perusahaan tekstil
- Pembelian bahan baku (kapas) yang akan digunakan
untuk menghasilkan tekstil.
- Pembayaran gaji tenaga kerja.
- Penggunaan mesin yang mengolah bahan baku
menjadi bahan jadi.
- Penggunaan lokasi kantor.
- Penggunaan peralatan lain yang menunjang
terlaksananya proses produksi.
* Perusahaan pengangkutan
- Pembayaran gaji sopir dan pegawai lainnya yang
membantu kelancaran usaha.
- Modal yang digunakan dalam kegiatan usaha.
- Penggunaan perlengkapan, peralatan, kendaraan,
bensin, solar, dan bahan bakar lainnya.

  1. Rumah tangga pemerintah
Pemerintah menjalankan roda pemerintahan dan
berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat banyak.
Pemerintah menyediakan sarana dan prasarana kepada
masyarakat, seperti jalan raya, angkutan umum, rumah
sakit, dan pasar. Pemerintah juga mengadakan pembelian
beras ataupun pengadaan perumahan bagi pegawai
negeri. Untuk semua kegiatan ini, pemerintah mengeluarkan
sejumlah dana yang besar kecilnya tergantung pada
macam, banyak, dan tingkat harga dari barang dan jasa
yang dibutuhkan.
Kegiatan konsumsi yang dilakukan pemerintah, misalnya
sebagai berikut.
-          Penggunaan gedung dan kantor beserta perlengkapan
dan peralatannya.
-          Belanja negara untuk pembangunan dan proyek
negara.


4  Aspek positif dan aspek negatif perilaku konsumtif
Perilaku konsumtif adalah suatu keadaan/kecenderungan
untuk membelanjakan seluruh pendapatannya pada
barang-barang konsumsi. Perilaku konsumtif memiliki aspek
positif dan aspek negatif.
Aspek positif perilaku konsumtif merupakan sisi baik
dari perilaku konsumtif. Aspek positif konsumsi barang dan
jasa bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan sekaligus
meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan.
Aspek negatif perilaku konsumtif merupakan sisi buruk
dari perilaku konsumtif. Misalnya, seseorang yang melakukan
konsumsi minuman keras, mungkin memenuhi kebutuhan
rasa hausnya, namun tidak akan meningkatkan kesejahteraannya
karena dapat merusak kesehatan dan syarafnya.





C.  Kegiatan Produksi
1.     Pengertiaan dan tujuan produksi
Kegiatan Produksi adalah semua kegiatan yang menghasilkan atau
meningkatkan nilai guna suatu barang atau jasa untuk
memenuhi kebutuhan manusia. Orang atau lembaga tertentu
yang menghasilkan barang atau jasa disebut produsen.
Misalnya, petani, nelayan, guru, dan pemilik pabrik tekstil.
Berikut diberikan beberapa contoh kegiatan produksi.
a. Mengambil barang yang disediakan oleh alam, seperti
pertambangan dan perikanan laut.
b. Mengerjakan dan mengolah tanah pertanian, perkebunan,
dan perikanan darat.
c. Membuat dan mengolah barang dari barang dasar atau
bahan baku menjadi barang yang siap dipakai, seperti
mengolah kapas menjadi kain.
d. Memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain
sehingga nilai barang lebih meningkat.
e. Melakukan jasa-jasa, misalnya menyimpan barang dalam
gudang (veem), menanggung risiko atas kecelakaan yang
akan dialami seseorang (perusahaan asuransi), dan
menyimpan uang di bank atau mengambil pinjaman dari
bank.
f. Membangun jalan raya, jembatan, sekolah, dan pelabuhan
(udara dan laut).
Keenam contoh produksi di atas dapat dikelompokkan
menjadi dua pengertian produksi, yaitu pengertian produksi
dalam arti sempit dan produksi dalam arti luas. Contoh b
dan c termasuk produksi dalam arti sempit, yaitu kegiatan
menghasilkan barang. Sedang contoh a, d, e, dan f termasuk
produksi dalam arti luas, yaitu semua kegiatan manusia
dalam rangka menambah kegunaan barang dan jasa untuk
memenuhi kebutuhan manusia.
Manusia memproduksi barang dan
jasa dengan tujuan untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat sekaligus untuk
memperoleh keuntungan. Barang dan jasa
yang diproduksi produsen akan dikonsumsi
masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.
Dan bagi produsen, barang yang diproduksinya
melalui penggabungan beberapa faktor
produksi bertujuan mencari keuntungan.
Keuntungan yang diperoleh produsen berasal
dari selisih antara penerimaan penjualan
dengan biaya yang dikeluarkan untuk
memproduksi barang dan jasa tersebut.

  1. Faktor produksi
Kegiatan produksi membutuhkan faktor produksi
untuk menghasilkan produk (barang atau jasa). Faktor
produksi ini sering disebut sumber daya ekonomi.
adalah segala sesuatu yang digunakan untuk
menghasilkan barang atau jasa dalam rangka menambah
manfaat suatu barang atau jasa. Faktor produksi terdiri atas
faktor produksi alam, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan.
Keempat faktor produksi tersebut dapat digolongkan
menjadi dua, yaitu faktor produksi asli dan
faktor produksi turunan. Faktor produksi asli
terdiri atas faktor produksi alam dan tenaga kerja.
Sedangkan faktor produksi turunan terdiri atas
faktor produksi modal dan kewirausahaan.

  1. Faktor produksi alam
Faktor produksi alam atau sumber daya alam adalah segala yang disediakan alam baik langsung
maupun tidak langsung dapat digunakan manusia
dalam kegiatannya memenuhi kebutuhan untuk
mencapai kemakmuran. Sumber daya alam ini
merupakan karunia dari Tuhan Yang Maha
Pencipta yang disediakan untuk memenuhi
kebutuhan manusia dengan mengolah, menjaga,
dan melestarikannya. Menjaga kelestarian sumber
daya alam yang ada akan memberikan manfaat yang
besar dan terus-menerus kepada makhluk hidup
terutama manusia.
Faktor produksi alam yang dapat dinikmati secara
langsung adalah tanah, udara, air, dan sinar matahari.
Sedangkan faktor produksi alam yang harus diolah
terlebih dahulu adalah gas alam, berbagai macam barang
tambang, seperti timah, perak, dan aluminium, serta
tenaga alam, seperti PLTA dan PLTU.

  1. Faktor produksi tenaga kerja
Tenaga kerja atau sumber daya manusia adalah segala
kegiatan manusia baik fisik atau rohani yang ditujukan
untuk keperluan produksi. Sumber daya manusia sangat
diperlukan untuk mengolah dan meningkatkan nilai atau
manfaat suatu benda. Dengan kemampuan sumber daya
manusia ini, alam bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Berikut penggolongan tenaga kerja.
1) Tenaga kerja menurut sifatnya dibedakan sebagai
berikut.

a) Tenaga kerja jasmani adalah tenaga kerja yang
melakukan pekerjaan dengan fisik atau jasmani
untuk membantu proses produksi. Tenaga kerja
jasmani ini ada yang terdidik, ada yang terlatih,
dan ada yang tidak terdidik dan tidak terlatih.
-             Tenaga kerja terdididik adalah tenaga
kerja yang melalui proses pendidikan
sebelum bekerja. Misalnya, akuntan,
dokter, dan guru.
-             Tenaga kerja terlatih adalah tenaga
kerja yang sudah melalui latihan dan
pengalaman sebelum bekerja.
Misalnya, sopir dan montir.
-             Tenaga kerja tidak terlatih dan tidak terdidik adalah tenaga kerja
yang tidak memiliki pendidikan dan
latihan secara khusus dalam pekerjaan.
Misalnya, tukang sampah, pesuruh, tukang sapu
jalanan, dan buruh.

b) Tenaga kerja rohani adalah tenaga kerja yang
melakukan pekerjaan dengan pikiran dan
perasaan. Misalnya, pengarang dan psikolog.

2) Tenaga kerja menurut kedudukannya, dibagi menjadi
tenaga kerja dengan usaha sendiri dan tenaga kerja
yang bekerja pada orang lain.

3) Tenaga kerja menurut hubungannya dengan proses
produksi, dibedakan sebagai berikut.
a) Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang
berhubungan langsung dengan proses produksi.
Misalnya, mandor, operator mesin atau pabrik.
b) Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja
yang tidak berhubungan langsung dengan proses
produksi, tetapi ikut membantu kelancaran proses
produksi. Misalnya, sekretaris, bagian administrasi.

  1. Faktor produksi modal
Modal adalah segala sesuatu yang dapat digunakan
untuk menghasilkan barang atau jasa selanjutnya. Modal
tidak terbatas pada bentuk uang saja, tetapi bisa berbentuk
mesin, gedung, tanah, dan sebagainya. Dalam proses
produksi, modal sangat dibutuhkan untuk memperoleh
hasil yang lebih baik, lebih banyak, dan bermutu. Modal
dapat digolongkan berdasarkan sumber, penggunaan
atau sifat, fungsi, dan bentuknya.
1.  Modal berdasrkan sumbernya
a)Modal sendiri adalah modal yang bersumber atau
berasal dari pemilik perusahaan tersebut.
Misalnya, modal saham.
b) Modal asing (modal pinjaman) adalah modal
yang berasal dari pinjaman atau dari luar
perusahaan. Modal asing atau modal pinjaman
ini ada yang jangka pendek (pinjaman kurang
dari satu tahun) dan ada yang jangka panjang
(pinjaman lebih dari satu tahun).
Misalnya, modal dari kredit bank.

2) Modal berdasarkan penggunaan atau sifatnya
a) Modal lancar adalah modal yang hanya satu kali
dipakai dalam proses produksi.
Misalnya, bahan baku atau bahan mentah, kertas,
tinta, dan bahan bakar minyak.
b) Modal tetap adalah modal yang berulang kali
dipakai dalam proses produksi.

Misalnya, mesin-mesin, pabrik, peralatan, dan
mobil (yang digunakan perusahaan, bukan mobil
yang diperjualbelikan).

3) modal berdasarkan fungsinya
a) modal Pribadi atau perorangan adalah modal
yang dimiliki perorangan sebagai alat untuk
memenuhi kebutuhannya.
Misalnya, rumah yang dikontrakkan dan hasilnya
untuk pemilik.
b) Modal masyarakat adalah modal yang digunakan
dalam proses produksi untuk kepentingan masyarakat
atau umum.
Misalnya, jembatan, jalan raya, air sungai, rel
kereta api, terminal, pelabuhan, gedung sekolah,
dan lain-lain.

4) Modal berdasarkan bentuknya
a) Modal nyata (konkret) adalah modal yang dapat
dilihat dengan mata, digunakan dalam proses
produksi, dan berbentuk barang dan uang.
Misalnya, peralatan kantor, pabrik, dan uang.
b) Modal tidak nyata (abstrak) adalah modal yang
tidak dapat dilihat dengan mata dan digunakan
dalam proses produksi.
Misalnya, keahlian memimpin (manajer), nama
baik (good will), hak cipta, dan lain-lain.

d. Faktor produksi kewirausahaan
Faktor produksi kewirausahaan sangat berperan dalam
meningkatkan mutu dan memperbesar jumlah hasil
barang dan jasa. Faktor ini berperan juga merencanakan,
mengorganisir, mengatur, menjalankan atau mempekerjakan
karyawan, memeriksa hasil kerja karyawan,
serta menggabungkan faktor-faktor produksi lainnya
seperti alam (tanah), tenaga kerja, dan modal.
Faktor produksi kewirausahaan adalah kemampuan
manusia untuk mengelola atau mengendalikan usaha
untuk memperoleh laba yang besar (wajar).
Kewirausahaan atau kemampuan mengelola ini dapat
digolongkan dalam tiga keahlian sebagai berikut.
1) Keahlian mengorganisasi (organiz ational skill) adalah
keahlian atau kemampuan mengatur berbagai usaha
yang berhubungan dengan proses produksi baik ke
dalam (intern) maupun ke luar (ekstern) perusahaan.
Misalnya, kepala sekolah yang mengatur,
mengorganisir, menggerakkan, dan mengevaluasi
para guru dan pegawai di sekolah
agar kegiatan belajar mengajar berlangsung
dengan tertib dan baik.
2) Keahlian tehnologi (technological skill)
adalah keahlian atau kemampuan yang
bersifat teknis ekonomis yang dilakukan
dalam kegiatan proses produksi.
Misalnya, kepala bagian produksi di sebuah
perusahaan mengatur dan menggerakkan
para karyawan untuk bekerja serta menggerakkan
pabrik untuk berproduksi.
3) Keahlian memimpin (managerial skill)  adalah
keahlian atau kemampuan memimpin dan mengelola
faktor-faktor produksi yang tersedia dengan teknik
dan cara yang baru dalam proses produksi.
Misalnya, kepala bagian produksi di sebuah perusahaan
yang mengatur ketersediaan dan pengelolaan faktorfaktor
produksi yang digunakan perusahaan untuk
berproduksi.

3. Pemanfaatan sumber daya ekonomi
Pemanfaatan sumber daya ekonomi sewajarnya
memperhatikan budaya masyarakat setempat agar tidak
terjadi pertentangan dan perselisihan yang merugikan
masyarakat pemilik dan pengguna faktor produksi. Cara-cara
pemanfaatan sumber daya ekonomi sebagai berikut.
a. Pemanfaatan sumber daya alam yang tidak dapat
diperbarui harus dilakukan dengan bijaksana, jangan
sampai ada yang terbuang percuma.

b. Tenaga kerja yang digunakan pada proses produksi
hendaknya dilakukan secara manusiawi, memperhatikan
budaya dan adat istiadat yang telah tertanam
dan dipelihara masyarakat. Artinya, pada saat tenaga
kerja dimanfaatkan dalam proses produksi, harus
disadari bahwa kemampuan mereka ada batasnya, baik
tenaga maupun keahliannya.

c. Penggunaan modal uang dan peralatan dalam menghasilkan
barang dan jasa tidak bertentangan dengan
agama, adat istiadat, dan budaya yang telah ada.
Penggunaan modal pun harus dengan perhitungan agar
modal tidak habis dan hilang sia-sia.

d. Pemanfaatan jiwa kewirausahaan dilakukan dengan
terus menggali informasi tentang hal-hal yang baru dan
menambah penguasaan ilmu pengetahuan, baik dengan
membaca, menonton televisi, maupun dengan mengikuti
pelatihan-pelatihan.
Pemanfaatan faktor produksi tidak hanya memperhatikan
budaya masyarakat setempat, namun memperhatikan
pula etika ekonomi. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam pemanfaatan faktor-faktor produksi yang
sesuai dengan etika ekonomi.
a. Tidak melakukan eksploitasi
Pemanfaatan faktor produksi
alam tidak dilakukan di luar
kemampuan faktor produksi
alam (faktor produksi alam
dieksploitasi). Eksploitasi akan
mengakibatkan kehancuran
faktor produksi alam dan
selanjutnya akan merugikan
masyarakat umum.

b.  Saling menguntungkan
Faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi
untuk menghasilkan barang atau jasa selayaknya saling
menguntungkan, maksudnya tidak merugikan penyedia
maupun pengguna faktor produksi. Misalnya,
-                             Kayu yang digunakan sebagai
bahan baku pembuatan mebel,
lemari, dan perabot lainnya,
tidak selayaknya diambil dari
hutan jati yang dilindungi,
apalagi mengambil jati dan
diselundupkan.
-               Pabrik yang menghasilkan
limbah selayaknya mengolah
ulang limbahnya sampai tidak
berbahaya bagi penduduk.
4. peningkatan jumlah dan mutu hasil produksi
Kebutuhan manusia semakin hari semakin bertambah,
baik jumlah maupun mutunya

Untuk memenuhi kebutuhan yang semakin bertambah
dengan semakin majunya kebudayaan, maka perlu peningkatan
jumlah dan mutu hasil produksi. Peningkatan jumlah dan
mutu hasil produksi bertujuan sebagai berikut.
a. Agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi.
b. Hasil yang bermutu dapat bersaing di pasar dalam negeri
dan luar negeri sehingga pendapatan para penghasil lebih
meningkat.
c. Membuka lapangan kerja baru sehingga mampu
mengurangi pengangguran.
  1. Pemasaran hasil produksi lebih luas.

Sasaran yang ingin dicapai pemerintah Indonesia
adalah peningkatan hasil produksi melalui diversifikasi
usaha hasil pertanian dan peningkatan intensifikasi serta
ekstensifikasi

a. Peningkatan jumlah dan mutu hasil produksi dengan
menambah sumber daya dilakukan dengan dua cara,
yaitu dengan ekstensifikasi dan diversifikasi.
1)      ekstensifikasi  adalah usaha peningkatan hasil
produksi dengan menambah faktor produksi.
Misalnya, petani ingin meningkatkan hasil produksinya
dengan menambah luas tanahnya atau
menambah pekerjanya, dan perusahaan industri ingin
menambah hasil produksinya
dengan menambah mesin atau
pabriknya.

2) Diversivikasi adalah usaha
peningkatan hasil produksi
dengan penganekaragaman
faktor produksi.
Misalnya, petani menanam
jagung, di sela-sela tanaman
jagung ditanami lagi kacang
tanah (ini biasa disebut tanaman
tumpang sari).

b. Peningkatan jumlah dan mutu hasil produksi tanpa
menambah sumber daya ekonomi (faktor produksi)
dilakukan dengan cara intensifikasi.
adalah peningkatan hasil produksi tanpa
menambah faktor-faktor produksi.
Misalnya, petani ingin meningkatkan hasil padi dan palawijanya
dengan melaksanakan panca usaha tani, yaitu
mengolah tanah dengan baik, memilih bibit unggul,
mengairi dengan teratur, memberi pupuk yang teratur,
dan memberantas hama tanaman.

D.  Kegiatan Distribusi
  1. Pengertian dan fungsi distribusi

Distribusi barang dan jasa adalah suatu kegiatan untuk
menyampaikan, menyebarkan,
atau menyalurkan barang dan
jasa dari produsen kepada konsumen.
Orang atau lembaga yang
menjalankan kegiatan distribusi
disebut distributor.
Dalam penyaluran barang dan jasa, distribusi
mempunyai fungsi sebagai berikut.

Para distributor dalam menjalankan kegiatannya, melayani
produsen dengan menyalurkan hasil produksinya ke pihak
konsumen yang membutuhkan. Di sinilah letak fungsi
utama distribusi berupa menyalurkan barang dan jasa.

Produsen dan konsumen yang berbeda tempat dapat
menimbulkan perbedaan harga barang yang tinggi.
Produsen padi di sentra-sentra produksi padi, harga beras
lebih murah dibanding tempat konsumen yang tidak
menghasilkan beras. Untuk mengatasi perbedaan harga,
pedagang membawa beras dari sentra produksi padi
yang harganya lebih murah, ke tempat konsumen sehingga
harga beras dapat terjangkau oleh para konsumen.
Perbedaan tempat dan hasil produksi diatasi oleh pedagang
dengan membagi hasil produksi secara merata di tempat
yang kelebihan produksi ke tempat yang kekurangan
produksi.

Waktu pada saat barang dihasilkan biasanya tidak
bersamaan dengan waktu pada saat barang dibutuhkan,
misalnya padi dan gula yang dihasilkan secara musiman,
namun dibutuhkan secara terus-menerus oleh konsumen.
Perbedaan waktu ini diatasi oleh para pedagang dengan
melakukan pembelian diwaktu panen, kemudian menyimpannya,
dan pada waktu dibutuhkan konsumen baru dijual
kembali sehingga kebutuhan konsumen tetap terjaga.
Dalam hal ini, pedagang telah membantu memperlancar
arus barang dan menjaga tingkat harga yang normal.

Konsumen umumnya membutuhkan beberapa macam
barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Karena
beragam kebutuhan konsumen ini, maka para pedagang
juga harus mampu menyediakan beberapa macam barang
dan jasa tersebut sesuai kebutuhan konsumen. Para
pedagang mengatasi perbedaan itu dengan menyediakan
bermacam barang dan jasa dalam jumlah dan mutu yang
diinginkan para konsumen sesuai daya belinya.












BAB IV
A.  Peran Indonesia dalam Perdagangan dan Pelayaran
antara Asia dan Eropa

Indonesia terlibat langsung dalam perkembangan
perdagangan dan pelayaran antara Asia dan Eropa. Hal ini
menyangkut dua faktor utama, yaitu letak geografis Indonesia
yang berada pada jalur pelayaran Asia dan Eropa dan
barang yang diperdagangkan, terutama rempah-rempah,
berasal dari Indonesia.

Pada tahun 1521, telah terbuka jalan laut yang menghubungkan
Indonesia (Maluku) dengan Eropa Barat. Hal ini
dilakukan oleh Sebastian Del Cano, yang membawa rempahrempah
langsung dari Tidore ke Eropa.
Pusat-pusat perdagangan di Laut Tengah merupakan
kawasan yang sangat sibuk dan ramai, yang dikunjungi
banyak orang dalam kegiatan perdagangan dan pelayaran.
Di kawasan Laut Tengah terdapat beberapa kota dan
pelabuhan dagang yang cukup besar, yaitu Konstantinopel,
Iskandariyah, Venesia, Genoa, dan Aleppo.

Kesibukan dan keramaian di pusat-pusat perdagangan
dan pelayaran di kawasan Laut Tengah juga ditunjukkan
ketika Bangsa Sumeria berdagang menggunakan kereta kuda
(karavan) melalui Asia Barat ke pesisir Laut Tengah. Juga
saat barang-barang perdagangan yang berasal dari Eropa
dan Afrika Utara, diangkut ke pusat-pusat perdagangan di
pantai Laut Tengah melalui Mesopotamia dan Arabia.
Terkait hal-hal tersebut, maka pusat-pusat perdagangan
dan pelayaran di kawasan Laut Tengah ternyata mempunyai
peranan yang sangat penting, karena beberapa hal berikut.
-          Sebagai pintu gerbang penghubung kegiatan perdagangan
dan pelayaran antara Asia dan Eropa.
-          Sebagai pusat perdagangan yang menyediakan dan
memasok kebutuhan rempah-rempah untuk bangsabangsa
Eropa.
-          Sebagai kota persinggahan para pedagang yang akan
melanjutkan perjalanannya lebih lanjut.
-          Sarana tumbuhnya hubungan persahabatan dan
kerjasama antar kota-kota dagang.

Peran penting yang disandang pusat-pusat perdagangan
di kawasan Laut Tengah berubah drastis ketika
Konstantinopel dikuasai bangsa Turki pada tahun 1453. Sejak
saat itu, bangsa Eropa menemui kesulitan untuk mendapatkan
barang-barang kebutuhan yang dulunya dipasok Konstantinopel.
Akibatnya, mata rantai perdagangan dan pelayaran
antara Asia dan Eropa yang melalui Konstantinopel menjadi
putus. Kemudian bangsa Eropa mencari terobosan baru
untuk menembus pusat-pusat perdagangan rempahrempah
di Asia. Bahkan berusaha menembus langsung
ke sumber penghasil rempah-rempah di Indonesia,
khususnya Maluku.
Secara geografis, letak wilayah Indonesia berada
pada posisi silang, yaitu berada di antara dua benua
Benua Asia dan Benua Australia), dan diapit oleh dua
samudera (Samudera Pasifik dan Samudera Hindia).
Letak Indonesia pada garis khatulistiwa, menyebabkan
Indonesia mempunyai curah hujan yang cukup dan
sinar matahari sepanjang tahun. Kondisi alam ini telah
melimpahkan kesuburan tanah di seluruh nusantara.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan keberadaan Indonesia menjadi
penting bagi perdagangan dan
pelayaran antara Asia dan Eropa,
yaitu sebagai berikut.
1           1.Kondisi geografis Indonesia,
sangat strategis
karena dilewati jalur perdagangan
dan pelayaran
antara Asia dan Eropa.
2.                   2.Kekayaan alam Indonesia menghasilkan barang
dagangan yang dibutuhkan di Eropa. Rempah-rempah
dari Maluku sangat dibutuhkan di Eropa sehingga
pelayaran melalui perairan Indonesia sambil membawa
rempah-rempah dari Maluku untuk diperdagangkan di
Eropa.
3.                   3. Faktor keamanan, jalur perdagangan dan pelayaran
yang melewati perairan Indonesia relatif lebih aman,
dengan ombak yang tidak begitu besar.
4.                  4. Indonesia merupakan mata rantai jalur perdagangan
dan pelayaran antara Asia dan Eropa, yang keberadaannya
sangat dibutuhkan.


SEMESTER 2

Bentuk Muka Bumi dan Kegiatan Ekonomi


A.Pola Kegiatan Ekonomi Penduduk

Kegiatan ekonomi masyarakat tidak bisa lepas
dari kondisi fisik suatu wilayah. Faktor fisik biasanya
menjadi faktor pembatas dan pendukung suatu aktivitas
ekonomi. Aktivitas permukiman dan industri lebih
cenderung berkembang di daerah dataran rendah atau
pantai, sedangkan di daerah pegunungan aktivitas yang
menonjol adalah pertanian.

1. Aktivitas Pertanian dan Non-
Pertanian
Sebagian dari penduduk ada yang bekerja pada bidang pertanian dan
orangnya disebut petani. Sebagian lainnya bekerja
dalam bidang non pertanian seperti pedagang,
pengrajin, karyawan, buruh, dan lain-lain.

a. Aktivitas Pertanian
Sampai saat ini sebagian besar penduduk
Indonesia bekerja dalam bidang pertanian.
Walaupun demikian, seiring dengan berkembangnya sektor industri
dan perdagangan, maka lama kelamaan penduduk
yang bekerja di sektor non pertanian semakin besar.






Aktivitas pertanian di Indonesia didukung oleh
dua faktor utama berikut ini, yaitu:
1). faktor fisik, mencakup tanah yang subur, air yang
melimpah dan iklim yang mendukung. Tanah-tanah
di Indonesia masih cukup produktif untuk
dikembangkan sebagai lahan pertanian terutama
pada tanah-tanah vulkanik dan aluvial.
2). faktor sosial, yaitu bahwa aktivitas pertanian telah
lama berkembang dan dilakukan secara turun
temurun. Kemajuan dalam ilmu dan teknologi
turut mengubah cara bertani dari tradisional
menjadi modern dengan menggunakan pupuk,
pestisida, insektisida, mesin pengolah lahan, dan
lain-lain.

Aktivitas pertanian dapat dibedakan menjadi tiga
jenis, yaitu pertanian lahan basah, pertanian lahan
kering dan perkebunan. Gambaran tentang aktivitas
tersebut adalah:
1) Pertanian lahan basah
Aktivitas pertanian lahan basah dilakukan di
daerah yang sumber airnya cukup tersedia untuk
mengairi lahan pertanian. Biasanya aktvitas pertanian
lahan basah dilakukan di daerah dataran rendah yang
pasokan airnya cukup memadai. Biasanya lahan basah
dimanfaatkan untuk tanaman padi yang dikenal
dengan pertanian sawah, baik dari air hujan maupun
air irigasi.
2) Pertanian lahan kering
Pertanian lahan kering merupakan pertanian
yang dilakukan di wilayah yang pasokan airnya
terbatas atau hanya mengandalkan air hujan.
Biasanya pertanian lahan kering dilakukan di daerahdaerah
perbukitan. Istilah pertanian lahan kering
sama dengan ladang atau huma yang dilakukan
secara menetap maupun berpindah-pindah seperti
di Kalimantan. Tanaman yang ditanam umumnya
adalah umbi-umbian.
3) Perkebunan
Perkebunan merupakan aktivitas pertanian yang
tanamannya didominasi tanaman pokoknya, misalnya
kelapa, karet, tebu, dan lain-lain. Berdasarkan skalanya,
perkebunan dapat dibagi menjadi perkebunan rakyat
dan perkebunan besar.
a) Perkebunan rakyat
Sesuai dengan namanya, perkebunan ini dikelola
oleh rakyat dengan luas lahan yang tentunya relatif
sempit. Ciri-ciri perkebunan rakyat adalah:
• Luas lahan sempit dan tidak jauh dari tempat
tinggalnya.
• Peralatan yang digunakan untuk mengolah lahan,
memelihara tanaman, dan memanen hasilnya
relatif sederhana.
• Karena lahannya sempit, maka modal, tenaga
kerja dan hasilnya juga sedikit.
b) Perkebunan besar
Perkebunan besar merupakan aktivitas pertanian
yang dilakukan dalam skala besar dan dikelola oleh
suatu perusahaan. Ciri-ciri perkebunan besar adalah:
(1). luas lahannya yang dikelola sangat besar
(2). modal yang diinvestasikan sangat besar
(3). jumlah tenaga kerja cukup banyak dan menunjukkan
adanya spesifikasi tenaga kerja.
(4). peralatan pertanian yang dipakai menggunakan
teknologi maju
(5). hasil yang dipanen sangat besar dan biasanya
ditujukan untuk ekspor.
c) Aktivitas Non Pertanian
Selain aktivitas pertanian terdapat pula aktivitas
non pertanian. Semakin maju suatu negara, biasanya
aktivitas penduduk lebih banyak yang bekerja di
sektor non pertanian. Contoh aktivitas pertanian
adalah perindustrian, perdagangan, pertambangan,
komunikasi-transportasi, dan pertambangan.
(1). Industri
Secara luas, kegiatan industri diartikan sebagai
kegiatan manusia yang bersifat produktif dan
komersial. Secara sempit, kegiatan industri diartikan
sebagai semua usaha pengolahan bahan mentah
menjadi barang jadi atau setengah jadi. Seringkali kata
industri disamakan dengan pabrik-pabrik pengolah
atau pemroses bahan-bahan tertentu menjadi ada
barang jadi atau setengah jadi. Padahal industri lebih
luas dari sekedar pabrik yang lebih tepat disebut
industri manufaktur. Aktivitas industri dapat pula
berupa industri jasa seperti industri pariwisata,
perbankan dan lain-lain yang wujudnya tidak berupa
pabrik.
(2). Perdagangan
Perdagangan merupakan aktivitas jual beli
antara penjual dan pembeli dengan tujuan untuk
memperoleh keuntungan. Perdagangan dapat
dikelompokkan menjadi:
(a). Perdagangan lokal
Perdagangan lokal adalah aktivitas perdagangan
yang dilakukan dalam jangkauan yang relatif
dekat, melayani penduduk setempat, jenis
barang yang diperjualbelikan sedikit, dan buka
hanya pada saat-saat tertentu. Para pedagang
lokal biasanya juga berperan sebagai produsen,
misalnya peternak yang menjual ternaknya di
pasar lokal.
(b). Perdagangan interregional
Perdagangan interregional melibatkan produsen
dan konsumen antarwilayah yang lebih luas tetapi
masih dalam satu negara. Karena luasnya wilayah,
biasanya produsen tidak langsung menjual hasil
produksinya ke konsumen. Produsen menjualnya
terlebih dahulu ke perantara untuk kemudian
di jual ke pasar dan seterusnya ke konsumen.
Sebagai contoh petani di pedesaan biasanya tidak
langsung menjual hasil panennya ke pedagang
di pasar tetapi ke bandar atau tengkulak yang
ada di daerahnya, baru kemudian di jual ke kota
besar.
(c). Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional melibatkan produsen
dan konsumen antarnegera. Setiap negara
memiliki komoditas tertentu yang produksinya
melampaui utuhan dalam negeri atau disebut
surplus. Karena itu, sebagian komoditasnya di jual
atau diekspor ke negara lain yang kekurangan
komoditas yang bersangkutan. Negara yang
kekurangan komoditas akan membeli atau
mengimport dari negara yang surplus. Terjadilah
transaksi jual beli antar negara. Perdagangan
tersebut biasanya tidak satu arah karena masingmasing
memiliki surplus pada komoditas tertentu
yang berbeda. Sebagai contoh, Indonesia surplus
dalam komoditas perkebunan tetapi masih
kekurangan produk kendaraan sehingga harus
mengimport dari jepang. Sebaliknya, Jepang juga
minus dalam komoditas perkebunan tertentu,
sehingga harus mengimport dari Indonesia.


B.Bentuk Muka Bumi dan Penggunaan Lahan.

Bentuk muka bumi yang berbeda biasanya memiliki
penggunaan lahan yang berbeda pula. Permukiman
dan industri maupun perdagangan lebih banyak
berkembang di daerah dataran rendah dibanding
dataran tinggi apalagi perbukitan atau pegunungan.
Sementara itu, penggunaan lahan berupa pertanian
dan kehutanan dapat berkembang di daerah
pegunungan maupun dataran.

beberapa pola penggunaan lahan
yang berbeda pada bentuk muka bumi yang berbeda
sebagai berikut:
1. Bentuk Muka Bumi dan Penggunaan Lahan.
a. Dataran rendah memungkinkan manusia
untuk bergerak dengan mudah antara satu
tempat dengan tempat lainnya sehingga tidak
banyak mengeluarkan energi yang besar dan
waktu yang lama.
b. Aktivitas perkotaan memerlukan kecepatan
waktu sehingga diperlukan sarana dan prasarana
transportasi seperti jalan dan kendaraan yang
memadai. Sarana dan prasarana transportasi akan
lebih mudah dikembangkan di daerah dataran
dibanding perbukitan dan pegunungan.
c. Di daerah dataran dimungkinkan untuk
membangun berbagai penggunaan lahan seperti
permukiman dan industri dalam suatu areal yang
luas secara terpusat. Hal tersebut sulit dilakukan
di daerah yag bergelombang atau berbukit.

2. Di daerah yang bentuk muka buminya bergelombang
atau berbukit, umumnya penggunaan lahan yang
utama adalah pertanian, perkebunan, dan permukiman.
Penggunaan lahan berupa jalan sangat terbatas karena
sulitnya menembus daerah perbukitan.

3. Di daerah pegunungan, penggunaan lahan yang
dominan adalah hutan. Disamping itu, terdapat
pertanian dan permukiman dalam luasan terbatas.
Lahan yang kemiringan besar sulit untuk diolah dan
dijangkau serta dapat menimbulkan longsor.

C.Penggunaan lahan di daerah Perkotaan dan Pedesaan

Di daerah pedesaan, penggunaan lahan yang dominan adalah
pertanian, sedangkan di perkotaan non pertanian
seperti permukiman, industri, pertokoan dan lain-lain.
Struktur ruang di pedesaan secara umum dapat
dibagi menjadi dua bagian yaitu ruang yang berfungsi
sosial dan ruang yang berfungsi ekonomi.
Semakin maju atau semakin berkembang suatu desa, semakin berkurang
luas lahan pertanian dan semakin bertambah luas
lahan permukimannya.
Jika ruang untuk non-pertanian lebih besar dibanding pertanian,
maka struktur ruang desa berubah menjadi struktur ruang kota.
Secara fisik, sebenarnya mudah sekali untuk
menentukan apakah satu daerah termasuk kota atau desa.
Beberapa objek berikut ini bisa dijadikan penciri kota.
a. Tempat-tempat untuk pasar dan pertokoan
Setiap kota memiliki pusat perdagangan dalam
bentuk pasar dan pertokoan. Lokasi pasar dan
pertokoan biasanya berada di wilayah pusat
kota agar mudah dijangkau dari berbagai
daerah sekitarnya. Berdekatan dengan pasar dan
pertokoan merupakan pusat perkantoran, bank,
bioskop, dan pusat layanan jasa lainnya.
b. Tempat-tempat untuk parkir
Kendaran di kota memerlukan tempat berhenti
sementara atau tempat parkir. Jumlah kendaraan
yang semakin banyak, menuntut lahan parkir
yang semakin luas. Seringkali karena terbatasnya
lahan, gedung-gedung tertentu menyediakan
lahan parkir pada lantai dasar atau bahkan pada
beberapa lantai di atasnya.
c. Tempat rekreasi dan olah raga
Penduduk kota memerlukan ruang untuk rekreasi
dan olah raga di sela-sela kesibukan sehari-hari.
Karena itu, tidak heran jika banyak tempat rekreasi
dan olah raga yang dibangun di kota. Tempattempat
tersebut juga dimanfaatkan oleh penduduk
desa di sekitar kota dan dari daerah lainnya.